Login Member
close
Subscribe
Home Berpuisi Publishing Buku Novel
Review Buku Novel "Riwayat Sunyi di Ufuk Barra" - Karya Fadil Sukmaa

Review Buku Novel "Riwayat Sunyi di Ufuk Barra" - Karya Fadil Sukmaa

 

Spesifikasi Buku:

Judul: Riwayat Sunyi di Ufuk Barra

Penulis: Fadil Sukmaa

Halaman: i - vii + 169 Halaman 

Genre: Novel

Ukuran Buku: 14 x 20 cm

QRCBN: Menyusul 


Sinopsis Buku: 

Kisah ini mengisahkan Barra, seorang mahasiswa pinggiran kota yang hidup di antara kuliah, kerja paruh waktu, dan tanggung jawab yang terus menumpuk. Saat teman-temannya bebas berdialektika dan merancang masa depan, Barra justru terjebak dalam jarak, waktu, dan realitas keras yang memaksanya memilih bertahan daripada bermimpi. Label “mahasiswa pemalas” melekat padanya, sementara dunia enggan mendengar alasan di balik diamnya.

Di kafe tempat ia bekerja, Barra menjadi saksi kebahagiaan orang lain—tawa, diskusi, dan rencana besar yang hanya bisa ia simpan sebagai iri dan angan. Satu-satunya ruang kejujuran adalah buku catatan kecil tempat ia menuliskan luka, harap, dan doa secara diam-diam. Pertemuan singkat dengan Maharani menghadirkan titik balik, mempertemukan penyesalan dan kepedulian, meski masalah kuliah, ekonomi, dan tekanan sosial terus mendorongnya pada cuti, kegagalan, dan kesunyian.

Dalam malam-malam senyap, Barra belajar bahwa luka tak selalu ingin disembuhkan—kadang hanya ingin diakui. Dari gelap, ia menemukan lentera kecil bernama harapan: bukan janji kemenangan, melainkan keberanian untuk terus melangkah tanpa merasa kalah. Novel ini menjadi potret sunyi tentang ketimpangan dan keteguhan, pengingat bahwa tidak semua perjuangan terlihat, dan cahaya kerap lahir dari luka yang diterima dengan ikhlas.


Tentang Penulis: 


Saya lahir di Bandung pada tahun 2002, di sebuah kota yang bagi saya bukan sekadar tempat tumbuh, melainkan ruang belajar untuk membaca dunia dengan perlahan. Kondisi geografisnya udara yang sejuk, langit yang sering murung, dan lanskap yang tenang tanpa saya sadari telah membentuk cara saya memandang hidup. Dari sanalah kata-kata menemukan jalannya sendiri, tumbuh tanpa dipaksa, hadir tanpa saya minta.

Sejak duduk di bangku SMA, kata indah mulai menjadi sesuatu yang akrab. Bukan karena saya merasa pandai merangkainya, tetapi karena pada masa itulah saya pertama kali berjumpa dengan duka yang cukup dalam. Ada peristiwa yang tidak perlu saya ceritakan secara rinci, sebab duka tidak selalu butuh penjelasan. Cukup diketahui bahwa sejak saat itu, menulis menjadi cara saya bertahan bukan untuk terlihat kuat, apalagi hebat, melainkan agar saya tidak sepenuhnya hilang di tengah rasa yang sulit dipahami.

Saya menulis bukan untuk mengajar, juga bukan untuk memberi jawaban. Saya hanya mencatat apa yang sempat saya rasakan, apa yang singgah lalu pergi, dan apa yang tertinggal sebagai bekas. Kata-kata bagi saya adalah tempat menyimpan kegagalan, keraguan, harapan kecil, dan doa-doa yang tak selalu berani dilafalkan.

Temukan Kami di:

Instagram: @berpuisipublishing dan @tokoberpuisi

Tiktok: @berpuisiid

Whatsapp: 085854617570


Berpuisi Publishing mendukung perlindungan atas hak cipta karya penulis. Terimakasih kepada seluruh pembaca yang selalu setia membeli dan membaca buku secara original penerbit, bukan buku bajakan, serta tidak memperbanyak dan menyebarluaskan sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin. 

Terimakasih sudah mendukung ekosistem kreatif ini untuk memajukan dunia literasi dan sastra, dengan dukunganmu kamu sudah menghidupkan penulis, dan penerbit sehingga bisa terus tumbuh dan melahirkan karya lainnya. 

Komentar