Review Buku Puisi Mata Membelah Kata - Karya Satria Purnama
Spesifikasi Buku:
Judul: Mata Membelah Kata
Penulis: Satria Purnama
Halaman: i - iv + 72 Halaman
Genre: Kumpulan Puisi
Ukuran Buku: 14 x 20 cm
Sinopsis Buku:
Manusia mungkin tidak selalu membutuhkan negara, tetapi sebuah negara tidak akan pernah berarti tanpa manusia. Di tengah demokrasi yang kerap menjadi jalan bagi kepentingan tirani dan oligarki, buku ini mengajak kita untuk kembali mempertanyakan hubungan antara kekuasaan, pengetahuan, pendidikan, seni, dan kehidupan manusia.
Ilmu pengetahuan bukan hanya tentang sains. seni, musik, sastra, dan berbagai bentuk keterampilan juga menjadi bagian penting dalam membangun cara berpikir dan kebudayaan sebuah bangsa.
Melalui berbagai gagasan dan refleksi, buku ini mengajak kita untuk lebih menghargai para pegiat seni, musisi, seniman, sastrawan, dan budayawan. Sebab, pendidikan yang berjalan tanpa ruang bagi kesenian akan kehilangan salah satu cara penting untuk memahami manusia dan kebudayaannya.
Sebuah ajakan untuk kembali melihat bahwa kemajuan sebuah negeri tidak hanya dibangun oleh kekuasaan dan pengetahuan, tetapi juga oleh manusia-manusia yang terus merawat seni, kebudayaan, dan kebebasan berpikir.
Tentang Penulis:
Diberitahukan telah terlahir seorang bayi yang berjenis kelamin pria dan diberi nama "Satria Purnama" Lahir di kota Jakarta. Menangis seperti bayi pada umumnya. Ketika menampakkan diri untuk pertama kalinya kepada dunia ini. Saya hanya bisa sanggup satu tahun setengah di kota Jakarta. Kendati begitu saya dibawa pulang ke kampung halaman Kakek saya yang berada di kota Sumedang. Dan buku ini adalah bagian hidup dari cerita saya.
Temukan Kami di:
Instagram: @berpuisipublishing dan @tokoberpuisi
Tiktok: @berpuisiid
Whatsapp: 085854617570
Berpuisi Publishing mendukung perlindungan atas hak cipta karya penulis. Terima kasih kepada seluruh pembaca yang selalu setia membeli dan membaca buku secara original penerbit, bukan buku bajakan, serta tidak memperbanyak dan menyebarluaskan sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin.
Terimakasih sudah mendukung ekosistem kreatif ini untuk memajukan dunia literasi dan sastra, dengan dukunganmu kamu sudah menghidupkan penulis, dan penerbit sehingga bisa terus tumbuh dan melahirkan karya lainnya.


Posting Komentar